Surakarta, 27 Oktober 2025 -Mahasiswa program Magister Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) asal Pakistan, Izzah Noor, turut berpartisipasi mewakili kampus dalam program Save Ecosystem of Aquatic Coral (SEACO) 2025. Kegiatan Study Inbound berskala internasional ini diselenggarakan di Universitas Airlangga (UNAIR) selama lima hari, mulai tanggal 20 hingga 25 Oktober 2025.
Program SEACO 2025, yang merupakan bagian dari rangkaian Forum Akademik Internasional, berhasil mengumpulkan mahasiswa dari berbagai negara untuk berkolaborasi dan bertukar gagasan. Keterlibatan aktif Izzah dalam kegiatan ini sejalan dengan komitmen global terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-14, yakni Life Below Water. Kampanye ini tidak hanya berfokus pada upaya menjaga lingkungan, tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat dunia terhadap keberlangsungan kehidupan di bawah laut.
Selama program berlangsung, para peserta delegasi internasional diajak untuk turun langsung dan memahami berbagai isu krusial kelautan. Rangkaian kegiatan edukatif dan pelestarian yang dilakukan meliputi kampanye kesadaran perubahan iklim (Climate Change), restorasi hutan bakau (Mangrove Restoration), inovasi pemanfaatan rumput laut untuk aplikasi medis (Innovation of Seaweed for Medicine Application), hingga aksi pelepasan benih ikan ke habitat aslinya (Seedling Fish Release in the Pond).
Izzah Noor mengungkapkan bahwa inisiatif seperti SEACO 2025 sangat esensial dan diharapkan mampu mendorong partisipasi aktif mahasiswa internasional dalam aksi lingkungan. Menurutnya, program ini memberikan pembelajaran penting bagi generasi muda—bahwa tugas mereka bukan sekadar menjaga ekosistem laut yang tersisa, melainkan juga harus merawat dan memperbaikinya secara berkelanjutan.
“Untuk mewujudkan hal tersebut, adanya kepedulian bersama dari berbagai pihak dan lintas negara sangatlah dibutuhkan,” ujar Izzah.
Sebagai perwakilan mahasiswa Psikologi UMS, Izzah menyampaikan rasa terima kasihnya atas kesempatan berharga ini. Ia berharap program serupa dapat terus menjadi wadah yang memfasilitasi mahasiswa global untuk meningkatkan kepekaan dan aksi nyata terhadap isu-isu lingkungan, khususnya di sektor perikanan dan kelautan.




